Ayam Mati di Lumbung Padi

by -33 views

Indonesia negeri yang wah, alamnya indah, tanahnya subur, dan sumber daya alamnya pun melimpah. Untaian zamrud di khatulistiwa, konon seperti itu julukannya. Bahkan lautannya pun bak kolam susu, dengan kail dan jala nelayan bisa bertahan. Tanahnya seperti tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Apa lacur, indahnya negeriku hanya sebatas dilagu. Realita justru berbicara sebaliknya. Sistem ekonomi sekuler kapitalis telah memupus semuanya. Kekayaan negeri ini hanya dinikmati segelintir orang, sedang rakyat masih banyak di bawah garis kemiskinan. Ada guru yang harus hidup di toilet sekolah. Penghasilannya sebagai guru honorer tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Guru di Pandeglang tinggal di Toilet Sekolah (REPUBLIKA ONLINE) https://nasional.republika.co.id/berita/puo70g366/guru-di-pandeglang-tinggal-di-toilet-sekolah ).

Ini hanyalah segelintir kisah pahit yang terlihat. Ibarat gunung es, yang tampak hanya permukaan, sedang sisanya lebih menprihatinkan.

Sumber daya alam yang melimpah kurang berfaedah bagi rakyatnya. Ibarat ayam mati di lumbung padi.
Sistem ekonomi kapitalis hanya berpihak kepada pemilik modal, sementara rakyat selalu menjadi tumbal.

Islam Solusi Bagi Negeri

Islam turun sudah sempurna mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, dari bagun tidur sampai bangun negara. Ketika manusia mau meninggalkan sifat angkuhnya, mau kembali kepada Islam, maka keberkahan dan kebaikan sudah jaminan.

Islam datang dengan seperangkat aturan yang khas. Islam memandang bahwa peningkatan ekonomi tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan saja, tapi bagaimana pertumbuhan itu bisa dinikmati rakyat dengan adil dan merata.

Sistem ekonomi Islam dibangun atas tiga asas, yaitu kepemilikan, pengelolaan dan pemanfaatan kepemilikan, serta distribusi kekayaan di masyarakat.

Asas pertama, kepemilikan menurut Islam adalah ijin dari pembuat syariah kepada individu, sekelompok orang atau negara untuk memanfaatkan barang.

Barang-barang yang boleh dikuasai individu adalah semua barang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak dan jumlahnya juga tidak terlalu banyak, misal rumah, uang, kendaraan, tanah.

Seseorang dapat memiliki harta dengan bekerja, mendapat warisan, serta pemberian dari negara.

Sedangkan benda-benda yang dibutuhkan dan menguasai hidup orang banyak termasuk kepemilikan umum.

Rasulullah SAW bersabda, “Kaum muslim bersekutu dalam tiga hal: air, padang rumput dan api.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Kepemilikan negara meliputi zakat, jizyah, pajak dari ahli dzimmi dan khoroj, serta ghonimah.

Asas kedua, pemanfaatan barang hanya diperbolehkan pada hal-hal yang tidak diharamkan syariah, seperti memenuhi kebutuhan hidup, infak, sedekah dan jihad fisabilillah. Islam melarang membelanjakan harta untuk hal-hal yang dilarang Islam, seperti khamr dan obat-obatan terlarang

Negara mengatur dan mengelola pemanfaatan kepemilikan umum untuk pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum, seperti jalan dan jembatan. Islam memperbolehkan pengembangan kekayaan dengan jual beli, sewa menyewa, syirkah, usaha pertanian atau mendirikan industri. Islam melarang pengembangan harta dengan cara yang haram, seperti riba, judi dan segala bentuk penipuan.

Asas ketiga, Islam mensyariatkan agar harta terdistribusi ke tengah masyarakat melalui kewajiban membayar zakat dan pembagiannya kepada delapan golongan yang berhak menerima. Islam menjamin hak setiap anggota masyarakat untuk memanfaatkan kepemilikan umum.

Negara bertanggungjawab memenuhi kebutuhan individu yang tidak mampu bekerja dan tidak ada yang menanggungnya, baik muslim atau ahli dzimmah. Islam mengharamkan penimbunan barang, uang dan emas serta sifat bakhil dan kikir.

Pengelolaan ekonomi dengan ketiga asas tersebut menjamin bahwa harta akan terdistribusi dengan adil dan merata. Hal tersebut sudah terbukti, Umar bin Abdul Aziz hanya butuh waktu 2,5 tahun untuk membuat rakyatnya hidup sejahtera. Tidak ditemui mustahik zakat pada masa pemerintahannya.

Masihkah kita ragu untuk kembali kepada sistem Islam yang diterapkan secara kaffah? Satu hal yang pasti, keberkahan akan tercurah dari langit dan bumi. Ridho Allah kita dapat, baik di dunia maupun di akhirat.
[Ummu Aribah, STP (Pemerhati Sosial)]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.