Feminisme dan Emansipasi, Gaya Baru Eksploitasi Wanita

by -61 views

Feminisme berasal dari bahasa Latin, femina atau perempuan. Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan. Secara luas pendefinisian feminisme adalah advokasi kesetaraan hak-hak perempuan dalam hal politik, sosial, dan ekonomi.

Sedangkan emansipasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pembebasan dari perbudakan, persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat (seperti persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria) serta kesetaraan perlakuan dalam kehidupan sosial masyarakat. Hanya saja secara khusus di Indonesia para kaum wanita yang lebih menuntut adanya emansipasi bagi mereka.

Secara umum kedua gerakan ini muncul dari rasa ketidakadilan yang dirasakan oleh para wanita, ketidakadilan dari sisi politik, HAM dan sosial. Serta rasa ingin terbebas dari setiap aturan yang mengekang kehidupan kaum wanita.

Walaupun mempunyai keumuman arti yang sama, yaitu kebebasan disetiap aspek bagi wanita, secara khusus gerakan feminisme terfokus pada pemikiran kebebasan wanita dalam hal penampilan dan yang bersifat pribadi lainnya, sedangkan emansipasi secara khusus terfokus pada status wanita dimasyarakat.

Sepintas memang tidak ada yang salah ketika kaum wanita menuntut apa yang menjadi haknya, akan tetapi gerakan ini (feminisme dan emansipasi) yang memang landasan idenya berasal dari pemikiran sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan malah dijadikan senjata oleh kaum wanita untuk melanggar aturan-aturan yang terikat pada mereka terkhusus aturan agama.

Sebagai contoh, gerakan feminisme menuntut kebebasan wanita dalam hal berpakaian. Dalam tuntutannya mereka menyatakan bahwa wanita bebas mengenakan apapun yang ingin mereka pakai, serta berpenampilan seperti apapun juga.

Tentu hal ini sangat bertentangan dengan aturan berpakaian dalam agama Islam, dimana dalam agama Islam wanita dituntut untuk tidak ber-tabarruj (berlebihan dalam berdandan) dan berpakaian menggunakan kerudung dan gamis yang menutupi aurat serta tidak menampakkan lekuk tubuh.

Mereka tidak sadar ketika mereka lebih mementingkan hasrat kebebasan dan keinginan untuk menonjol. Mereka sebenarnya sudah masuk ke dalam jeratan para kapitalis untuk dieksploitasi. Mengapa begitu? Karena mereka sudah mementingkan materi diatas segalanya. Materi yang merupakan tujuan hidup para kapitalis itu akhirnya mereka jadikan tujuan hidup juga. Cukuplah bagi para kapitalis itu hanya dengan mempromosikan hal-hal yang bersifat materi seperti pakaian trendy, barang branded atau kosmetik ‘anti badai’. Para wanita yang berpikir feminis ini akan senang hati merelakan penghasilan mereka untuk dikuras habis oleh para kapitalis.

Disisi lain emansipasi juga tidak kalah mengerikannya dibanding feminisme. Kita lihat saja fakta dari wanita yang menginginkan emansipasi ini. Mereka rata-rata adalah wanita yang mementingkan karir mereka di luar rumah, kewajiban utama mereka sebagai pendidik anak-anaknya dan pengurus rumah tangga mereka percayakan pada orang lain. Urusan pekerjaan rumah tangga mereka percayakan pada pembantu, sedangkan urusan menjaga anak mereka serahkan pada baby sitter. Lalu mereka tinggal fokus mengejar materi di luar rumah.

Padahal pendapatan suami mereka sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tapi apa daya, keinginan untuk mendapatkan yang lebih serta rasa gengsi karena merasa berpendidikan tinggi, membuat mereka menggadaikan keluarga dan menjadi sasaran empuk para kapitalis untuk dieksploitasi juga. Bahasa kasarnya kalau bisa disuruh kerja kenapa harus di rumah saja?

Sungguh miris memang melihat kondisi wanita saat ini dengan pemikirannya, padahal jika mereka mau merubah pola pikir mereka yang sekuler dan berdasarkan materi itu ke pola pikir yang berlandaskan Islam, sudah pasti mereka akan menjadi sebaik-baik perhiasan dan rumah mereka menjadi ‘rumahku surgaku’ dan itu tentu lebih baik bagi mereka.

[Oleh : Abu Hafidz Lazuardi – Medan, 9 Juli 2019]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.