Himpunan Mahasiswa Islam: Revolusi Sistemik

by -60 views
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Sebentar, sebentar , saya jelaskan dulu maksud judul di atas ya. Khawatirnya nanti saya dituduh mau makar. Begini, term REVOLUSI SISTEMIK itu saya dengar kali pertama ketika belajar di kampus hijau-hitam,maksudnya saat dulu tahun 2008nan aktif dalam diskusi-diskusi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) MPO Cab.Purworejo. Saya pun membaca beberapa tulisan Kakanda Awalil Rizki yang dalam setiap buku,maupun bookletnya menelanjangi total praktik Neoliberalisme dan Kapitalisme di negeri ini. Memang tinjauan Awalil Rizki adalah dari sudut pandang ekonomi, berangkat dari situlah kita dapati kesimpulan bahwa negeri ini perlu dilakukan apa yang sahabat-sahabat HMI disebut sebagai term REVOLUSI SISTEMIK.

Memang dalam diskusi di HMI , yang saya rasakan dan saya dapati saat itu menyorot banyak hal. Selain masalah Ekonomi , juga disinggung banyak hal tentang pragmatisme politik, kerusakan moral. Nah dalam tataran solusi, karena HMI adalah ruang terbuka untuk berbagai diskursus maka akan kita dapati berbagai tawaran ide, semuanya bebas menuangkan gagasannya, asal siap siap saja dibantai dalam forum diskusi. Ada sekelompok sahabat yang tanpa Tedeng aling-aling menjelaskan gagasan penerapan Syariat Islam, dan itupun harus berhadapan dengan mahasiswa yang kontra dengan penerapan Syariah Islam. Dan tak jarang pula yang Gandrung dengan ide Sosialisme, dan ada juga yang menyerukan gagasan Khilafah Islam. Semuanya bisa saling beradu argumentasi, yang justru menjadi kuwalahan adalah fasilitator diskusi. Karena kalau sudah eyel-eyelan bisa sampai otot leher kelihatan.

Nah uniknya semua sepakat soal term REVOLUSI SISTEMIK ini,untuk sebagai lawan terhadap Kapitalisme.

Saya pun pernah juga belajar bersama para akhi di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Indonesia ( KAMMI ) Purworejo. Saya belajar dengan para Ustadz-ustadz dari KAMMI, termasuk membaca beberapa buku pergerakan yang dijadikan bahan materi Liqa. Memang secara struktural tidak ada kaitan antara KAMMI dengan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), hubungan yang saya rasakan adalah bersifat emosional. Tapi saya tidak membahas soal itu. Di level grass root pergerakannya dibanding dengan HMI lebih homogen, yakni memperjuangkan Islam. Kalau kemudian belakangan menjadi partai terbuka itu pilihan politik yang mereka ambil.

Adapula sahabat-sahabat kita di Jama’ah Tabligh saya pernah ikut keluar 1 hari, beberapa daurahnya pernah saya ikuti, pembacaan kitab Fadhilah Amal begitu rajin mereka syiarkan di masjid-masjid, juga sekaligus sebagai bacaan pribadi para aktivisnya. Filosofi yang mereka bangun “ umat ini akan bangkit jika kuat imannya “. Walaupun tampak apolitis mereka juga menginginkan penerapan syariat Islam.

Dari Nahdhatul Ulama saya belajar langsung praktik fiqih ibadah yang saya terapkan sampai hari ini. Sehingga ketika saya ditanya sama takmir masjid ketika jadwal khutbah Jum’at dengan pertanyaan “ adzannya satu atau dua ?” Saya jawab dengan memberikan isyarat tangan mengacungkan jari tengah dan jari telunjuk, alias dua kali. Sementara dari Muhammadiyah saya belajar keterbukaan mereka untuk bertukar pikiran.

Sementara dari Hizbut Tahrir saya belajar tentang apa itu SISTEM ? Sistem adalah berbagai macam solusi kehidupan. Sistem mempunyai asas yakni Aqidah. Aqidah yang darinya memancar sistem itulah yang dinamakan Ideologi.

Jadi kesimpulannya apa ? Kesimpulan saya , umat Islam itu adalah umat yang hidup ditengah kembang kempisnya dalam menghadapi dinamika perputaran roda peradaban. Sehingga dipergilirkan seperti roda , pernah jaya digdaya, ada suatu ketika di bawah, dan akan kemudian dipergilirkan jaya kembali dengan kebangkitannya yang ke dua. [Pristian Surono Putro]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *