Jodohku, Dimana Dirimu Kini?

by -39 views

Jodoh oh jodoh. Masa kecilku tak pernah terpikir tentangmu barang secuil pun. Remajaku berlalu begitu indah tanpa bayanganmu. Meski banyak diantara teman-temanku mulai belajar pacaran, aku tetap anak kecil yang polos. Bahkan sampai pura-pura polos demi menghindari semua kedewasaan yang terlalu dini itu. Ya, banyak sekali generasi yang dewasa sebelum waktunya. Katanya sih dewasa, nyatanya sekuler. Karena dewasa tidak berarti harus pacaran, kan?

Kini aku sudah dewasa,walau kadang aku tak percaya mengapa secepat ini. Orang-orang di sekitarku mulai mempertanyakan jodoh dan kapan naik pelaminan. Hmmm… Ternyata pertanyaan itu sangat tidak nyaman di telinga kalau terlalu sering terdengar. “Apakah aku sudah sepatutnya menikah?” aku pun mulai penasaran .

Menikah? Sepertinya memang sudah saatnya. Apalagi melihat postingan teman-teman di sosial media, satu per satu mereka sold out, naik pelaminan. Tanpa ditanya pun aku sudah terlebih dahulu bertanya pada diri sendiri, “aku kapan ya?” Jadi sebenarnya orang-orang tak perlu kepo menanyakan kapan giliranku, karena aku pun sedang bertanya-tanya. Haha.

“Lah, pacaran saja tidak pernah, nge-date apalagi. Bagaimana bisa naik pelaminan? Berharap bulan jatuh dari langit. Makanya jangan terlalu naif lah jadi muslimah. Repot sendiri kan?” bisik setan.

Hmm… Jodoh oh jodoh… Dimana sih dirimu? Bantu aku menjawab bisikan setan yang selalu bergema di telingaku. Sekaligus menjawab sindiran tetangga dan teman-teman yang asyik bertanya, “Kapan nikah? Kapan nikah?” Aku lelah dengan semua ini. Aku ingin kau segera datang dan mengubah keadaan ini . Tepatnya,mengubah status jombloku ini.

Nah, galau kan berada dalam posisi yang demikian? Apalagi umur semakin berkurang dan semakin tua. Sebagai muslimah, diharuskan agar tetap menjaga kehormatan sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam. Sebesar apapun rasa suka dan cinta terhadap lawan jenis, sebaiknya disampaikan dengan niat menuju pernikahan sesuai proses yang dianjurkan yaitu ta’aruf-khitbah-menikah.

Teruntuk lelaki, yang mana perempuan berharap besar kepadamu, engkau yang datang melamar dan bukan sebaliknya.
Sifat pemalu wanita itu, hargailah.
Ia ingin menjaga izzah dan iffahnya sekalipun di hadapanmu, yang terpilih di hatinya.

Ia harus memilih antara dua.
Menjadi Khadijah, yang lebih dulu mengutarakan niat mulia atau menjadi Fatimah, yang memendam rasa sedalam mungkin hingga setan pun tak mengetahui. Akhirnya ia memilih seperti Fatimah dikarenakan rasa malu yang amat dijaga.

Wahai lelaki,semoga engkau yang membaca nasehat kecil ini bisa sedikit lebih peka. Jangan biarkan wanita pilihanmu menunggumu dengan kode-kode tak berarti itu.
Mungkin dia sabar menunggumu bertahun-tahun,tapi bagaimana jika orang lain datang melamarnya? Tentu ia berhak menolak atau menerima, sebab lelaki baik bukan dirimu saja. Jangan jadikan materi sebagai alasanmu menunda jika memang kau yakin bersamanya rezeki itu kian mudah.

Muslimah yang sedang dalam penantian, kita meyakini jodoh yang pasti itu adalah kematian. Kita bisa mempersiapkan diri untuk lelaki yang baik, lalu mengapa tidak untuk kematian yang terbaik? Aku dan kamu sedang dalam penantian.
Menanti jodoh yang belum pastidan kematian yang sudah pasti.

Jodohku, dimana sih dirimu kini?
Kuharap kita sama-sama sedang mendekatkan diri kepada Allah .
Kalau kau dihadang maksiat, berpalinglah karena Allah dan ingat aku di sini bersusah payah memperbaiki diri. Sebab jodoh itu cerminan diri. Tapi bukan untukmu semata, melainkan untuk diriku yang merindu surga.

Pesan kepada pembaca, khususnya para jomblo terhormat agar tidak baper, sekiranya tulisan ini terkesan lebay. Semoga tulisan kecil ini bisa mewakili isi hati para muslimah yang sedang dalam penantian. Wassalam. [Bima Naga]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.