Kembali – Tidak Ada Pilihan Selain Berbenah Sejak Dini

by -39 views

Kehidupan bertanya pada kematian

“Wahai kematian, mengapa manusia membencimu dan amat mencintaiku?”

Kematian pun menjawab,

“Karena engkau adalah kebohongan yang indah, sementara aku adalah kenyataan yang menyakitkan.”

Allah menciptakan sesuatu pasti berpasang-pasangan. Ada wanita ada pria, ada besar ada kecil, ada pandai ada bodoh, ada giat ada malas, ada kehidupan ada kematian, dan seterusnya selalu demikian. Sama halnya dengan kehidupan yang Allah titipkan kepada hambanya pasti akan berakhir dengan yang namanya kematian.

Dialog antara kehidupan dan kematian di atas sungguh menggugah hati. Pada kenyataannya memang kebanyakan dari kita terlena dengan kehidupan yang diamanahkan kepada masing-masing diri. Kehidupan sejatinya adalah kebohongan yang indah, maknanya bahwa kehidupan ini tidak kekal namun sangat indah dipandang dan dirasakan sehingga sering kali melenakan, membuat lupa diri. Sedangkan kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi, setiap yang bernyawa pasti akan mati dan setiap yang mati pasti akan ditagih pertanggungjawabannya saat mereka menjalani kehidupan ini.

Penyakit berbahaya yang sering tak disadari adalah cinta dunia dan takut mati. Saking cintanya pada dunia sampai lupa kalau dunia ini sejatinya hanyalah sarana untuk berbekal. Saking cintanya pada dunia sampai takut pada kematian. Padahal kematian itu suatu keniscayaan, kebenaran dan kepastian. Kita ini disadari maupun tidak disadari semakin hari semakin mendekat ke titik akhir. Ibarat seorang musafir pasti akan berhenti pada satu titik dimana perjalanan berakhir. Itulah kematian yang pasti terjadi. Dan kehadirannya merupakan rahasia Ilahi. Tidak ada yang tau kapan, dimana, bagaimana, dan dengan cara apa kematian itu menghampiri.

Kehidupan yang melenakan di bawah bayang-bayang kematian. Sampai kapan kita akan terlena dan terbuai dengan kehidupan yang penuh dengan tipuan dan penuh dengan kebohabadi. Sementara gerbang kematian selalu menanti di ujung perjalanan semu menuju kehidupan abadi.

Wahai diri, sadarilah!

Di sini, di dunia ini semua bersifat sementara. Nikmat sementara, sakit juga sementara. Waktu yang diberikan kepada kita untuk mengumpulkan bekal juga sementara. Ada batasnya. Butuh perjuangan panjang untuk menghadapi sebuah kematian dengan senyum jiwa yang tenang. Perjuangan yang hanya akan terasa indah bagi orang yang sadar sepenuhnya bahwa semua yang diperjuangkan pasti akan diganti dengan keindahan dan kenikmatan abadi. Maka tidak ada pilihan lagi selain berbenah sejak dini. Siapkan strategi. Perjuangkan setiap detik demi detik yang tersisa untuk kembali.

[Sri Suryaningtyas – Batumarta, 14 Juli 2019]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.