Liburan Dan Gadget, Serta Tantangan Mendidik Anak Zaman Sekarang

by -41 views

Libur telah tiba, libur telah tiba, hore, hore.

Sepenggal lagu yang dinyanyikan oleh Tasya mungkin sudah tak asing lagi di telinga bunda-bunda shalihah semuanya ya. Berbicara tentang weekend ataupun liburan biasanya menjadi momen yang spesial dan ditunggu-tunggu bagi bunda shalihah dan keluarga, terutama anak-anak.

Liburan memang menjadi moment yang ditunggu anak-anak setelah seminggu penuh berlelah-lelah belajar di sekolah. Hari libur yang biasanya diisi sebagai waktu istirahat, berkumpul barsama keluarga dan bermain anak ini lambat laun berkurang nilainya. Mengapa? Karena momen yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga atau sekedar jalan-jalan menyegarkan kembali fikiran dari padatnya rutinitas harian, namun kini berkurang karena interaksi atau komunikasi antar anggota keluarga menjadi minim, akibat adanya gadget (telepon pintar).

Seiring perkembangan zaman, teknologi memang tak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Selain memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan keluarga yang jauh, gadget juga memudahkan kita untuk mobilisasi yang lain seperti bisnis, pendidikan, serta memudahkan kita dalam mengakses informasi dengan cepat dan tepat. Namun disamping banyaknya kegunaan dan keunggulannya, tak sedikit pula gadget memberi dampak pada kehidupan seseorang, terutama pemberian gadget pada anak. Lantas bagaimana dampak yang ditimbulkan atas pemberian gadget pada anak? Selain dampak psikologis berdampak pula pada kesehatan anak. Contohnya anak menjadi pasif di dalam rumah, akibatnya menjadi malas gerak dan akhirnya mengakibatkan anak menjadi obesitas karena malas bergerak atau olahraga. Contoh lain juga pada kesehatan mata karena terlalu seringnya menatap layar monitor. Dampak lainnya adalah sosial, anak menjadi sulit bersosialisasi dengan lingkungan karena sibuk dengan gadgetnya.

Selain gadget, masalah utama pengasuhan di generasi saat ini adalah tidak adanya Ikatan hati (emotional bonding). Dalam sebuah hadits, “Ikat hati anak sebelum dikasih tau. Kasih tau sebelum kasih tugas.”

Problem kidz zaman now :

  • Kecanduan gadget
  • Narkotika
  • ‎Pergaulan bebas
  • ‎Predator anak, dsb

Kadang kita merasa sudah menjadi orang tua jika sudah memberi nasehat. Padahal pengasuhan tidak sekedar memberi nasehat.

Dalam Surat An Nahl ayat 78 mengenai konsep pengasuhan (proses belajar manusia), dimulai dari mendengar – melihat – hati nurani.

Allah SWT berfirman:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

Setiap anak yang waktu kecil jarang mendengar suara orang tuanya, jarang melihat wajah orang tuanya, tidak akan dapat mengikat hati anaknya kelak.

Zaman dulu, tidak ada ilmu parenting, tapi banyak yang berhasil mengikat hati anaknya. Kenapa?

Karena dulu, kalo anak menangis, orang tua menyanyi, menghibur, memeluk, bawa jalan-jalan. Sehingga terbangun karakter dalam benak anak, “setiap aku sedih, ada ayah dan bunda yan akan menenangkan.” Kalau sekarang, anak menangis, dihibur dengan menonton upin ipin, baby shark dudududu. Karakter yang dibangun, klo anak sedih, dia akan cari gadget untuk mengusir kesedihan. Simpul-simpul ikatan hati beralih, sehingga Anak-anak lebih mendengar orang lain atau gadget dibandingkan kedua orangtuanya.

Cara mudah membuat anak mau mendengarkan kita adalah buat dia jatuh cinta ke kita terlebih dahulu.

Tantangan pengasuhan kidz zaman now, membangun kembali ikatan batin dengan orang tua. Sehingga mereka akan merasakan nikmatnya ngobrol dengan orang tua lebih nikmat dari update status di fb, asyiknya bermain dengan orang tua lebih asyik daripada main di hp.

Beberapa efek negatif dari paparan gadget:

  • Anak-anak tidak sabaran, maunya serba instan. Laper tinggal go food, beli tiket tidak perlu antri tinggal go tix. Boleh kita menggunakan fitur tersebut ketika benar-benar tidak ada waktu atau kepepet. Sehingga anak-anaj bisa belajar, untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha.
  • Anak-anak gampang menyerah, tidak tangguh. Tidak suka dengan seseorang langsung block nomornya, tidak sependapat langsung unfollow fbnya, masuk sekolah baru sebulan minta pindah karena hal sepele. Akibatnya karakter yg terbangun, “Kalo ada masalah kabur aja.”

Dampaknya nanti akan berpengaruh ke pekerjaan hingga pernikahan.

PT Freeport membuka 3000 lapangab pekerjaan baru dengan menurunkan persyaratan, kalo dulu mencari karyawan yang mau kerja 6 bulan gampang, sekarang susah.

Dalam hal pernikahan. Gampang jatuh cinta, tapi tidak bisa membangun cinta. Data statistik di Indonesia tiap 1 jam ada 40 pasangan bercerai. Nikah itu bukan urusan cinta, tapi urusan komitmen.

Ilmu parenting buat ibu :

  1. Masak di rumah. Masaklah, karena masakan itu memberi pelajaran menghargai proses dan masak menjadikan ibu sosok yg dirindukan. Boleh beli di luar atau pesen go food sesekali aja.
  2. Mijit. Pijitan itu memberikan efek rileks dan membuat anak intim sama kita, sehingga bisa terbuka dalam segala hal. Anak-anak zaman now, “mama kepo banget sih”, mengutamakan privasi. Padahal salah satu tanda keberhasilan pengasuhan adalah anak mau bercerita tentang apa saja dengan kita. Kita tidak bisa mensterilkan anak, tetapi melalui curhatan anak. Kita bisa mencegah terjadinya hal-hal buruk terhadap anak.
  3. Good listener. Jadilah pendengar yang baik. Tanya apakah penilaian anak terhadap kita. “Mama bawel, papa sibuk” jangan langsung dibantah. Coba dijawab, “Mama bawel kan buat kamu, papa sibuk kan buat nyari duit.” Dengarkan, karena itu artinya anak merasa kurang dipeluk jiwanya.

Cara mengatur gadget pada anak terutama ABG:

  1. ‎Atur lokasi
  • Tidak ada gadget di kamar tidur. Karena akan mengganggu jam tidur anak ketika bunyi wa masuk, notif fb masuk, dll.
  • Kamar mandi terlarang untuk gadget. Karena toilet adalah tempat yang paling disukai jin dan syetan.
  1. ‎Durasi, maksimal 3 jam (tv dan gadget).
  2. ‎Tentukan aplikasi apa saja yg boleh diinstal, sepakati dengan anak. Jelaskan baik buruknya.
  3. ‎Situasi

Beberapa waktu dilarang ada hp :

  • Waktu makan bersama
  • ‎Waktu melayani tamu
  • ‎Waktu beribadah, sholat ke masjid dan mushalla jangan bawa hp. Baca quran boleh pake hp, tapi di flight mode, diutamakan menggunakan mushaf
  • ‎Waktu Liburan.

Usahakan bermain yg melibatkan aktivitas fisik.

  • Berenang
  • Main dengan anak diluar rumah
  • Bermain sambil belajar melatih sitem motorik anak, sperti menggunting, melipat, dll.

Waktu yg dijaga agar kita bisa mengikat hati anak :

  1. Hadirlah saat anak sedang sedih. Siapa yang bisa hadir saat anak sedih, dia bisa merebut jiwanya.
  2. ‎Hadirlah saat anak sakit. Jangan cuek anak sakit.
  3. Hadirlah saat anak unjuk prestasi. Ketika dilihat orang tua, naiklah harga dirinya.

Maka dari itu bunda, bijaklah dalam mendidik buah hati kita, membatasi atau bahkan melarang penggunaan gadget pada anak usia dini justru lebih baik karena pencegahannya, daripada mengikuti keinginan anak padahal dibalik itu banyak bahaya yang mengintai anak-anak kita.

Mengasuh anak ibarat bermain layang-layang. Kita lepaskan dia setinggi-tingginya. Namun masih tetap kita jaga dengan uluran dan tarikan agar tetap terbang tinggi di langit melawan angin namun juga tidak lepas karena dihantam badai.

[Nisfah Khoirotun Khisan]
Wallahu a’lam bishowab.

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.