Luar Biasa, Inilah Keistimewaan di Balik Ujian

by -58 views

Menapaki kehidupan tak semulus jalan aspal. Terkadang berliku, terkadang terjal, terkadang pula curam. Debu-debu kemaksiatan mengotori lapis demi lapis kehidupan. Percik-percik godaan kadang menghantam. Membuat limbung dan iman merosot tajam. Rasa lelah, bosan, dan sakit mendera. Menguji iman yang tersisa di sudut kalbu.

Hanya keyakinan yang mampu membuat bertahan. Karena ujian pasti akan diberikan kepada siapapun yang mengaku beriman. Hanya saja kadar ujian bagi masing-masing insan tidaklah sama. Sebagaimana pohon, semakin tinggi menjulang semakin kencang angin bertiup. Begitupun dengan keimanan. Semakin besar keimanan seseorang, maka akan semakin besar pula ujian datang.

Nabi Muhammad Saw bersabda,

أشد الناس بلاء الأنبياء, ثم الصالحون, ثم الأمثل فالأمثل

“Manusia yang paling berat cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang semisal mereka dan yang semisalnya” (HR. Ahmad, 3/78, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 995).

Ujian datang dalam berbagai bentuk dan rupa. Terkadang datang dalam bentuk kemiskinan, kelaparan, ancaman, rasa sakit, fitnah, dan lain sebagainya. Allah telah memilih setiap hamba-Nya untuk diberi ujian. Ada keistimewaan yang tersimpan di balik setiap ujian, diantaranya adalah:

  1. Sebagai penggugur Dosa

Tidak mudah memang ketika ujian menimpa. Segalanya terasa berat, seolah tidak ada lagi hari esok untuk dilalui. Namun bagi orang beriman, ujian seperti penghapus papan tulis. Pasalnya ia yakin bahwa ujian itu mampu menghapuskan dosa-dosa. Maka tidak heran jika banyak kaum muslimin semakin kuat imannya ketika ditimpa ujian.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist lain juga dikatakan bahwa, “Bencana sentiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya, dan hartanya sampai ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya,” (HR. At Tirmidzi, dan beliau berkata, “Hasan shahih.”, Imam Ahmad, dan lainnya).

  1. Bukti Cinta Allah Kepada Hamba-Nya

Allah memberikan kenikmatan kepada setiap makhluk-Nya tanpa pandang bulu. Setiap makhluk bernyawa dijamin rezekinya oleh Allah. Namun Allah hanya memberikan ujian kepada orang-orang pilihan sebagai bukti cinta-Nya kepada hamba. Rasulullah SAW bersabda:

إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ

“Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji.” (HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath, 3/302. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 285).

Dalam hadist lain juga disebutkan,

“Sesungguhnya besarnya pahala itu berbanding lurus dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridha, baginya ridha(Nya), namun siapa yang murka, maka baginya kemurkaan(Nya),” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

  1. Menaikkan Derajat Keimanan

Sesungguhnya tidak semua surga bisa diraih dengan amal ibadah. Allah telah menyediakan surga bagi hamba tertentu yang lolos menghadapi ujian. Bukan karena dia ahli ibadah melainkan karena kesabaran dan keikhlasannya dalam menerima ujian. Keluarga Yasir dijanjikan surga oleh Allah karena keteguhannya menghadapi siksaan yang berat. Bahkan Rasulullah sendiri yang mengatakan kepadanya, “Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya tempatmu adalah surga!”

Begitupun dengan sahabat Bilal bin Rabah yang diberi gelar “penghulu”. Kesabarannya dalam menghadapi siksaan orang kafir membuatnya masuk surga. Tidak mungkin seseorang dikatakan beriman sebelum melalui ujian. Bahkan Allah berfirman tentang hal ini.

“Alif laaf miim,[1]. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? [2]. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut:1-3)

Mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah. Ujian yang menimpa orang-orang yang Allah cintai, itu dalam rangka mensucikannya, dan mengangkat derajatnya, sehingga mereka menjadi teladan bagi yang lainnya dan bisa bersabar.

  1. Mendekatkan Diri kepada-Nya

Terkadang manusia sering lupa ketika mendapatkan nikmat dari-Nya. Namun akan mengingat Allah ketika dalam ujian. Musibah yang menimpa manusia menjadikannya semakin rajin beribadah dan berdoa. Kedekatan dengan Rabbnya seraya tak berjarak. Bahkan Allah sendiri mengatakan bahwa Dia selalu dekat dengan hamba-Nya yang tertimpa musibah. Ketika dia berdoa maka Allah akan mengabulkannya.

Itulah makna ujian bagi orang yang beriman. Selalu ada hikmah yang bisa diambil atas segala kejadian. Karena Allah memberikan ujian agar keimanan dan ketaqwaan semakin meningkat. Wallahu a’lam bish-shawwab.
[Dwi Rahayuningsih, S.Si]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.