Melek Politik

by -42 views

Di zaman sekarang masih ada sebagian kawan kita yang tak mau berpolitik karena menganggap bahwa politik itu kotor. Padahal ketika memahami kondisi kerusakan di negeri ini hal itu disebabkan karena perpolitikan. Iya, politik yang ada saat ini memang kotor karena politik ala barat (demokrasi). Jadi, politik yang harusnya kita mainkan yakni politik ala islam tentunya.

Sebagai pengemban dakwah kita harus menyampaikan kepada umat betapa bobroknya sistem perpolitikan di dalam demokrasi ini. Menyampaikan kepada mereka bahwa kita harus kembali pada sistem Islam seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dimasanya. Tentunya ketika Islam berjaya maka segala problematika kehidupan akan bisa terselesaikan. Berbeda jika masih tetap di sistem demokrasi dimana sistem ini tidak menyelesaikan problematika melainkan semakin menambah kerusakan di negeri ini.

Apasih politik itu?

Politik adalah ri’ayah syu’unil ummah (melayani urusan umat). Inilah tugas sebagai seorang aktivis dakwah untuk memahamkan umat agar mereka melek politik. Memberi tahu kepada mereka bahwa politik itu bukan berarti mereka yang terjun pada tingkat pemerintahan, melainkan makna politik bisa kita artikan seperti pada saat kita menolong orang lain, dll. Itu sudah termasuk bahwa kita sedang berpolitik. Jadi mengubah mindset umat tentang pengertian dari politik itu sendiri.

Sedikit pengalaman yang sering saya dapati dari teman-teman ketika saya berbicara dan membahas tentang sistem (pemerintahan), kenaikan harga BBM, kenaikan tarif listrik, dll. Tak sedikit dari teman-teman yang merespon seperti ini, “Saya tidak peduli dengan kenaikan bbm, tarif listrik, apalagi dengan sistem hari ini, toh ada penguasa yang mengatur itu semua dan tentunya mereka melakukan itu karena untuk kebaikan negeri ini.” Jadi ternyata masih banyak kawan kita yang menganggap bahwa permasalahan seperti ini bukanlah tugas kita sebagai rakyat dan yang harus kita lakukan ikuti kebijakan mereka. Parah kan kawan? Ketika menemukan teman-teman yang seperti ini dan hal itu tak bisa dipungkiri karena pemikiran teman-teman sudah tercekoki dengan pemikiran sekuler. Dimana ada pemisahan agama dari kehidupan. Orang-orang kafir berhasil menjajah umat Islam saat ini dengan mengubah pemikirannya menjadi pemikiran yang individualis sehingga masih banyak diantara saudara kita yang bermasa bodoh dengan segudang problematika kehidupan hari ini.

Kembali kepada pengertian politik diatas bahwa seharusnya penguasa itu melakukan ri’ayah syu’unil ummah bukan malah berdagang ke umat. Terkait kenaikan harga BBM, tarif listrik itu tidak boleh dikuasai oleh segelintir manusia, karena itu adalah hasil SDA yang seharusnya dikembalikan kepada rakyat dengan harga yang murah atau bahkan gratis dan negara hanya bertugas untuk mengelolanya. Itulah yang dilakukan oleh daulah Islam dan tak akan bisa didapati ketika masih berada di sistem seperti saat ini.

Nah, inilah tugas utama para aktivis dakwah untuk memahamkan kawan-kawan kita di luar sana bahwa pentingnya kita melek politik agar kita tahu dan paham kondisi kehidupan kita hari ini. Yang terpenting pula membahas sistem hari ini, karena sistem hari ini adalah sistem yang rusak karena berasal dari buatan manusia. Padahal kita telah mengetahui bersama bahwa fitrahnya manusia adalah lemah, terbatas. Tentunya ketika membuat suatu aturan maka akan menghasilkan aturan yang rusak pula. Itulah mengapa kita penting untuk kembali kepada Islam karena hanya Islamlah yang memiliki suatu aturan yang berasal dari sang Khaliq yakni Allah Subahanahu wa ta’ala yang pastinya akan menciptakan kehidupan yang sejahtera dan tenteram karena berlandaskan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kita lihat bagaimana kondisi kehidupan pada saat daulah Islam masih tegak. Seperti dimasa khalifah Umar bin Abdul Azis, pada masa pemerintahannya tak satupun rakyat yang mau menerima zakat karena sejahteranya rakyat dimasa pemerintahannya. Hal ini menjadi bukti bahwa Islam mampu menyejahterahkan rakyat dan tidak ada sistem yang lain yang mampu seperti itu. Kita lihat di sistem kapitalis hari ini yang banyak diemban di penjuru dunia, tak ada kesejahteraan yang ditemukan melainkan kesengsaraan bahkan melahirkan kesengsaraan yang kaffah. Mengapa saya katakan seperti itu? Karena mahalnya biaya rumah sakit, biaya pendidikan, maraknya tindak kriminal, hutang negara yang semakin melangit, dll. Ini disebabkan karena sistem kapitalis yang diemban oleh negeri ini. Tentunya sangat mendzolimi rakyat yang sangat berbeda dengan sistem Islam. [Syarifah]

Wallahu a’lam bishowwab.

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.