Pemimpin Tidak Amanah, Hal Sepele Diurusi

by -67 views

Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa ini menggambarkan tentang kondisi umat Islam saat ini. bagaimana tidak, bendera tauhid ini masih saja dianggap milik organisasi tertentu yang telah dicabut BHP-nya. Padahal bendera tauhid adalah simbol umat Islam seluruh dunia namun masih ada umat Islam yang mencoba mengkriminalisasi dan melecehkannya termasuk aksi pembakaran bendera tauhid di Ciamis, Jawa Barat.

Dan yang tidak kalah viral di media sosial adalah beredarnya sebuah foto yang diduga siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Sukabumi, Jawa Barat sedang membentangkan bendera tauhid sejak sabtu malam, 20 Juli 2019. Foto itu menunjukkan para siswa membawa dua bendera tauhid dan bendera merah putih di dalam lingkungan sekolah (Tempo.co.id, 21/7/2019).

Aksi yang dilakukan siswa-siswi ini suatu hal yang lumrah sebagai bentuk rasa cinta dan bangga terhadap kalimat tauhid. Mereka tidaklah melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama seperti melakukan seks bebas, minum minuman keras, narkoba dan sebagainya. Dan yang perlu digarisbawahi adalah mengibarkan, mencetak dan mengedarkan bendera tauhid bukanlah tindakan kriminal yang harus dikenakan hukuman. Bahkan tidak ada satupun putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan menjerat hukum bagi pengibar bendera tauhid, mencetak dan mengedarkannya.

Terkait pembentangan bendera tauhid ini menteri agama menerjunkan timnya secara langsung untuk melakukan investasi terhadap siswa yang mengibarkan bendera tauhid. Untuk apa hal ini dilakukan kalau tidak ada motif dan kepentingan politik tertentu. Maka perlu klarifikasi dari pihak kementerian agama supaya tidak terjadi islamphobia yang selama ini menghantui masyarakat. Karena seharusnya kementerian agama mempunyai kewajiban dalam melindungi dan menjamin ajaran, dakwah, simbol Islam supaya tidak terjadi kriminalisasi Islam secara terus menerus.

“NKRI harga mati” hanyalah sebagai slogan belaka. Berapa banyak pejabat dan partai melakukan korupsi dan berapa banyak kerugian negara dan rakyat yang harus ditanggung akibat koruptor di negeri ini yang semakin merajalela, mulai dari tingkat paling bawah sampai atas terjadi kasus korupsi yang penanganannya kurang serius? Bagaimana bisa koruptor yang seharusnya di penjara justru masih bisa plesiran ke luar negeri, makan direstoran mewah, kumpul dengan keluarganya bahkan di dalam penjara masih bisa menikmati kehidupan mewah bak menginap dihotel bintang lima? Seharusnya rezim sekuler konsentrasi saja mengurusi dan mengusut tuntas kasus yang sudah lama mengendap ini, jangan sekedar mengurusi hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan hukum.

Rupanya rezim sekuler sudah keracunan sesat berpikir, tidak bisa lagi berpikir secara logis. Masalah kecil dibesarkan, masalah besar menjadi kecil bahkan ditutupi. Sistem ini sudah tidak dapat lagi membedakan kebaikan dan keburukan. Bagi rezim sesuatu yang dianggap berbahaya bagi kekuasaan akan segera diberangus, jika menguntungkan akan dilindungi walaupun salah di mata hukum.

Sesungguhnya kepemimpinan yang diridhai Allah hanyalah kepemimpinan yang berhukum kepada hukum Syara’ yang telah ditetapkan oleh Allah yang dibawa oleh Rasulullah untuk menyelesaikan berbagai problematika kehidupan termasuk dalam sistem pemerintahan. Agar mampu membentengi umat dalam berbagai aspek dan sebagai pemersatu umat Islam di seluruh dunia. Dan sistem pemerintahan ini hanya pada sistem khilafah, yakni sistem pemerintahan secara global/umum.

Indonesia adalah umat terbesar di dunia namun sistem yang diterapkan adalah sistem kufur dan tidak berhukum kepada hukum Islam. Sehingga solusi yang diambil cenderung sesuai dengan kepentingan penguasa. Padahal dalam Islam seorang pemimpin berat tanggung jawabnya dihadapan Allah tatkala tidak menjadikan hukum syara’ sebagai standar perbuatan. Balasan bagi seorang penguasa yang dzalim terhadap rakyatnya adalah akan dimasukkan ke dalam neraka dan diharamkan baginya surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Islam seorang pemimpin haruslah amanah dan bertanggung jawab dalam mengurus rakyatnya serta menerapkan hukum-hukum Islam. Dan pemimpin haruslah memiliki sifat ketakwaan, amanah, jujur dan keahlian dalam pemerintahan. Dan kedaulatan ada di tangan Allah karena hanya Allah yang berhak menentukan baik-buruk, benar-salah, dan terpuji-tercela. Manusia hanya mengambil dan mencerna apa-apa yang terdapat di dalam wahyu tersebut. [Iin Susiyanti, SP]

Wallahu a’lam bi showab

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.