Pemuda Masa Kini vs Pemuda Masa Gitu

by -53 views

Sudah tak jarang tulisan yang membahas tentang pemuda. Mengapa lagi-lagi pembahasan seputar pemuda? Jawabannya hampir sama, ya karena pemuda memang sangat berperan aktif dibanding orang tua dan memiliki kemampuan berfikir yang cukup matang dibanding anak-anak. Lalu apa yang kita pikirkan ketika berbicara tentang pemuda? Kuat, tangguh, modis, gaul, trendi, kekinian. Ya kurang lebihnya seperti itu.

Jika kita membicarakan anak muda. Memang tak semua berpendapat semacam itu. Tapi tak bisa dipungkiri rata-rata jawaban anak muda zaman sekarang Jika ditanya soal pemuda, memang seperti itu. Lantas apa yang menjadi landasan berfikir mereka sehingga mereka berpendapat seperti itu. Apakah landasan mereka adalah Alquran, as-sunnah, para sahabat, atau mungkin malah meniru gaya ala barat.

Tentu tidak mungkin jika mereka berlandaskan Quran dan Sunnah. Jika pergaulan semakin tak terkendali, mencari eksistensi sana-sini, mengikuti tren pakaian terhits, melanggar hukum-Nya hanya dengan dalih. Pemuda zaman now yang harus tampil wow, yang tak boleh ketinggalan apalagi sampai dibilang kuno. Yang harus pandai balap liar dan pandai menggombal supaya wanita bersimpuh di hadapannya, hanya dengan rayuan maut yang sampai hati wanita meleleh dibuatnya. Karena itulah sampai muncul istilah bucin alias “budak cinta”.

Istilah tersebut sudah sangat melekat di kalangan muda dan mudi zaman now. Bahkan sampai anak-anak pun tak ketinggalan istilah tersebut. Lantas mengapa sampai mucul istilah tersebut? Mengapa sampai ada orang yang di perbudak oleh cinta? Terlebih cinta kepada dunia. Bukankah cinta itu fitrah manusia? Namun perbudakan cinta semakin merajalela. Semua itu karena tontonan yang dijadikan tuntunan. Gaya hidup kekinian ala barat yang melekat di dalam hidup mereka. Sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa merekalah yang seharusnya menjadi pangkal perubahan, bukan malah menjadi akar kerusakan.

Di sisi lain memang sudah semakin banyak pula komunitas hijrah yang dibuat oleh sekelompok pemuda. Tak melihat dari sisi materi. Kelas atas ataupun kelas bawah, bahkan para artis pun sudah banyak yang bergabung dan turut serta dalam aktivitas hijrah. Semua itu patut diapresiasi, karena mereka sudah berani untuk melangkah walaupun pernah hilang arah. Yah begitulah pemuda masa kini yang sibuk membenahi diri yang tak sekedar mencari eksistensi, yang pandai mengendalikan cinta, terutama cinta kepada Rabbnya dan yang jelas yang dapat menjadi agen perubahan.

Sudah tak zaman mereka yang kerjanya hanya nongkrong-nongkrong di pinggir jalan, yang kebut-kebutan balap liar yang tak tahu aturan, yang menjadikan miras dan sabu sebagai sarapan, yang menjunjung tinggi norma kebebasan, yang tak tahu tujuan, yang melangkah hanya karena sedang tren yang tengah berkeliaran, yang jelas semua itu hanya tentukan nafsu belaka, yang tak tahu aturan dan tak tahu akan kehidupan setelah kematian.

Sudah cukup kawan, aku disini tidak bermaksud untuk menggurui, tulisanku ini semata-mata untuk pengingat pribadi. Karena diri ini pun masih jauh dari kata Suci. Aku hanyalah Pendosa hebat yang berusaha taat. Jadi tunggu apalagi? Berhijrahlah mulai saat ini, supaya menjadi pemuda masa kini yang sibuk membenahi diri yang tak lupa memikirkan masa depan umat dan menjadi pangkal perubahan. Yakin masih mau jadi pemuda masa gitu? Yuk beralih menjadi pemuda masa kini yang tak hanya memikirkan diri sendiri. [Rindi Yanti]

Jakarta, 31 Juli 2019

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.