Saat Agama Tak Lagi di Pijak

by -52 views

Beberapa waktu lalu di media sosial tersiar wacana terkait usulan kepada presiden agar mata pelajaran agama dihapuskan dari kurikulum di sekolah. Dengan alasan agama digunakan sebagai alat politik dan membawa perpecahan di tengah umat. Pro dan kontra terjadi di masyarakat. Banyak komentar yang menanggapi usulan tersebut. Banyak juga analisa yang diunggah terkait wacana ini.

Lepas dari itu semua, seandainya usulan tersebut diterima dan diterapkan, akan kemana arah bangsa ini berjalan? Dan seperti apa nasib generasi ke depan?

Sungguh ironi jika wacana mata pelajaran agama akan nyata dihilangkan di bangku sekolah. Porsi jam mengajar yang diterima siswa saja saat ini sangat kecil, dibanding mapel-mapel lain, apalagi jika dihilangkan. Sama saja kita umat Islam terbesar diminta untuk menutup rapat agamanya sendiri di ranah publik. Dan hanya mengatur di wilayah individu. Itupun masalah ibadah ritual saja.

Jika wacana tersebut terwujud, kehancuranlah yang akan terjadi. Karena kerusakan telah merajela diseluruh aspek. Maka akan bermunculan orang-orang cerdas tanpa pijakan agama. Kemajuan ilmu dan teknologi teraih, namun keluhuran moral tak dimiliki. Maka akan banyak orang-orang pandai berbuat dzolim. Karena tak ada agama dalam jiwa mereka.

Agama bagi komunis adalah candu, sehingga harus dimusnahkan. Agama bagi kapitalisme adalah sesuatu yang harus ditempatkan pada ruang tertentu, sehingga di ranah yang lain agama tidak boleh ikut mengatur. Akibatnya sah-sah saja seseorang taat beribadah, tapi dilain waktu ia mendzholimi orang lain, mengambil harta orang lain, memakan riba, bahkan sampai berzina pun tak jadi soal. Karena agama hanya mengatur saat beribadah saja, di luar itu manusia bebas memilih aturan mana yang ingin ia ambil.

Berbeda dengan Islam yang menjadikan agama sebagai tuntunan, buku petunjuk untuk menapaki kehidupan ini agar selamat saat kembali kepada penciptanya.

Terlebih lagi, Islam sebagai agama sekaligus ideologi telah sempurna dan menyempurnakan agama-agama sebelumnya.

Apapun masalah yang dihadapi, merujuklah pada Islam, niscaya solusi akan didapat. Dari masalah pribadi, keluarga, masyarakat, hingga negara Insya Allah Islam memiliki solusinya.

Tak perlu diragukan.
Saat seseorang gundah gulana, sedih, bahasa kerennya galau, carilah Islam sebagai obat penawarnya, maka ia akan sehat kembali. Saat keluarga tak lagi harmonis, konflik keluarga tak kunjung berhenti, anak-anak sulit diatur, temukan solusinya pada Islam.

Banyak contoh ada disana. Saat masyarakat mengalami problem sosial seperti narkoba merajalela, perzinahan menjamur, eLGeBeTe semakin eksis, tatanan masyarakat tak lagi pada tempatnya, mendekatlah pada Islam, temukan dan terapkan solusinya, niscaya persoalan-persoalan tersebut akan sirna. Termasuk didalamnya masalah kenegaraan, politik, ekonomi, hukum dan sebagainya, merujuklah pada Islam, niscaya negara ini tak akan carut-marut. Dan rahmat Islam pun bisa dirasakan diseluruh penjuru alam ini.
[Oleh : Sari Diah]

About me: Administrator

Gravatar Image

Dutabuku.com merupakan portal online artikel, berita dan penulis online yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.